Fakta Yang Perlu Diketahui Tentang Kasus Dumping Dari Indonesia

Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai kasus dumping dari Indonesia : 

1) Sesuai data 1 Januari 1995 sampai dengan 31 Juni 2013, Kasus tuduhan dumping sebanyak = 106 yang dikenakan terhadap perusahaan asal Indonesia lebih besar daripada kasus antidumping yang dituduhkan terhadap perusahaan luar yaitu sebanyak =43. 
2) Inisiasi tuduhan dumping yang dilakukan terhadap perusahaan asal Indonesia sebanyak = 173 lebih besar daripada inisiasi tuduhan antidumping yang dilakukan terhadap perusahaan luar yaitu sebanyak =96. 
Tetris - Mihai Florea, Sony World Photography Awards

3) Indonesia dituduh dumping terhadap sektor produk yaitu II. Vegetable Products (sebanyak 1 kasus), V. Mineral Products (2 kasus), VI. Products of the Chemical or Allied Industries (18 kasus), VII. Plastics and Articles Thereof; Rubber and Articles Thereof (15 kasus), IX. Wood and Articles of Wood; Wood Charcoal; Cork and Articles of Cork; Manufactures of Straw, of Esparto or of Other Plaiting Materials; Basketware and Wickerwork (1 kasus), X. Pulp Of Wood or of Other Fibrous Cellulosic Material; Recovered (Waste and Scrap) Paper or Paperboard; Paper and Paperboard and Articles Thereof (14 kasus), XI. Textiles and Textile Articles (18 kasus), XII. Footwear, Headgear, Umbrellas, Sun Umbrellas, Walking-Sticks,Seat-Sticks, Whips, Riding-Crops and Parts Thereof; Prepared Feathers and Articles Made Therewith; Artificial Flowers; Articles of Human Hair (12 kasus), XV. Base Metals and Articles of Base Metal (13 kasus), XVI. Machinery and Mechanical Appliances; Electrical Equipment; Parts Thereof; Sound Recorders and Reproducers, Television Image and Sound Recorders and Reproducers, and Parts and Accessories of Such Articles (5 kasus), XVII. Vehicles, Aircraft, Vessels and Associated Transport Equipment (2 kasus), XX. Miscellaneous Manufactured Articles (2 kasus)
4) Indonesia dituduh dumping terbesar terhadap sektor produk VI. Products of the Chemical or Allied Industries sebanyak 18 kasus dan XI. Textiles and Textile Articles (18 kasus)
5) Indonesia dituduh dumping beberapa negara-negara berikut yaitu Argentina, Australia, Brazil, Kanada,Cina, Mesir, European Union, Jamaica, Korea Selatan, Malaysia, Mexico, Selandia Baru, Pakistan, Peru, Filipina, Afrika Selatan, Turki, Malaysia, Thailand, Trinidad and Tobago, United States. 
6) Negara penuduh Indonesia yang terbesar adalah India sebanyak 21 kasus. 
Sumber : WTO

Indikator Penurunan Kinerja Perusahaan Dalam Penyelidikan Antidumping

Berikut adalah indikator penurunan kinerja perusahaan dalam penyelidikan antidumping yang menunjukkan terjadinya kerugian: 
Cristian Negroni, 500px

A. Faktor ekonomi : penjualan, keuntungan, produksi, pangsa pasar, produktivitas, (Return On Investment) ROI dan utilisasi kapasitas.
B. Faktor yang mempengaruhi harga domestik : cash flow, persediaan, tenaga kerja, upah, pertumbuhan dan investasi.

Fakta Yang Perlu Diketahui Tentang Kasus Antidumping Di Indonesia

Berikut adalah beberapa fakta menarik mengenai kasus antidumping di Indonesia : 

1. Sesuai data 1 Januari 1995 sampai dengan 31 Juni 2013, perusahaan di Indonesia yang melakukan inisiasi penggunaan instrumen antidumping jauh lebih besar dari instrumen safeguard (Antidumping= 96, safeguard=23).
2. Indonesia melakukan tuduhan antidumping terhadap sektor produk yaitu II. Vegetable Products sebanyak 4 kasus), VI. Products of the Chemical or Allied Industries (9 kasus), VII. Plastics and Articles Thereof; Rubber and Articles Thereof (1 kasus), X. Pulp Of Wood or of Other Fibrous Cellulosic Material; Recovered (Waste and Scrap) Paper or Paperboard; Paper and Paperboard and Articles Thereof (4 kasus), XI. Textiles and Textile Articles (3 kasus), XIII. Articles of Stone, Plaster, Cement, Asbestos, Mica or Similar Materials; Ceramic Products; Glass and Glassware (1 kasus), XV. Base Metals and Articles of Base Metal (21 kasus)
Michele Durazzi, Fubiz.net

3. Indonesia melakukan tuduhan antidumping terbesar terhadap sektor produk XV. Base Metals and Articles of Base Metal yaitu sebanyak 21 kasus. 
4. Indonesia menuduh dumping negara-negara berikut yaitu Australia, Cina, European Union, Finlandia, India, Japan, Korea Selatan, Malaysia, Polandia, Filipina, Rusia, Turki, Trinidad and Tobago, Thailand, Taipei, Ukraina, United Arab Emirates, United Kingdom, United States. Negara yang dituduh terbesar adalah Cina dan India sebanyak masing-masing 8 kasus. 
Sumber : WTO